Rabu, 22 Maret 2017

Bahasa Inggris Bisnis 2



Image result for lambang travel
Travel Agent
Here’s the price list of our round trip flight with three optional air lines, and Hotel for your tour around Yogyakarta. All flight will be depart from Soekarno Hatta Airport.

Image result for airline icon( traveloka )
Air lines Related image

Departure

Return

Total
For 20 Adults Capture.PNG
Image result for lambang pesawat
Rp 1. 090. 000,00
Rp 594. 000,00
@ Rp 1.684.000
Rp 33.680.000
Image result for lambang pesawat
Rp 510. 839,00
Rp 510. 839,00
@ Rp 1.021. 678
Rp 20.433.560
Image result for lambang pesawat
Rp 502. 300,00
Rp 545. 900, 00
@ Rp 1.048.200
Rp 20. 964.000


Image result for flight schedule
Air lines Related image
Departure
Return
Image result for lambang pesawat
12.10 – 13.25
12.10 – 13.30
Image result for lambang pesawat
11.20 – 12.35
19.55 – 21.00
Image result for lambang pesawat
07.50 – 09.00
20.20 – 21.35




De Laxston Hotel Quins
Image result for lambang de laxston hotel quins jogja

One Night
&
One room

Total
5 night
10 room


Facilities

µµµ

Deluxe

@Rp 358. 209,00

Rp 17.910.450,00
Twin Bed, AC, Desk, Shower,wifi,TV, breakfast

Executive

@Rp 442. 591,00

Rp 22.129.550,00
One double bed, AC, Desk, Shower,wifi,TV, breakfast

Distances to essentials ( agoda.com )
  • Airports
    • 5.89 km Adisucipto International Airport (JOG)
    • 50.63 km Adisumarmo International Airport (SOC)
  • Bus and rail stations
    • 1.26 km Lempuyangan Railway station
    • 2.31 km Tugu Railway Station
  • Hospitals and clinics
    • 0.05 km Mahkota Medical Centre - Kantor Perwakilan & Informasi Yogyakarta
  • Drug stores
    • 0.25 km Guardian
  • Convenience stores
    • 0.60 km Alfamart
  • ATM
    • 0.41 km ATM



Platinum Adi sucipto

One Night
&
One room

Total
5 night
10 room


Facilities

µµµµ


Deluxe


Rp 425. 618,00


Rp 21.280.900,00

QueenBed, AC, Desk, Shower,wifi,TV, city view,coffe maker, hair dryer, and
breakfast



Executive



Rp 1.014.709,00



Rp  50.735.450,00
King bed, AC, Desk, Shower,wifi,TV, city view, coffe maker,hair dryer, refrigerator,bathtub,and
breakfast

Distances to essentials ( agoda.com)
  • Airports
    • 0.31 km Adisucipto International Airport (JOG)
    • 46.02 km Adisumarmo International Airport (SOC)
  • Bus and rail stations
    • 6.90 km Lempuyangan Railway station
    • 7.54 km Giwangan Bus Terminal Station
  • Hospitals and clinics
    • 2.30 km Rumah Sakit Ibu Dan Anak Arvita Bunda
  • Drug stores
    • 0.67 km K24 Pharmacy
  • Convenience stores
    • 0.11 km Indomaret
  • ATM
    • 0.23 km ATM

Rabu, 19 Oktober 2016

BAB 14



BAB 14

Kasus PT. Garuda Indonesia, Computerized Reserved System (CRS)  adalah sistem reservasi yang dimiliki maskapai penerbangan untuk melakukan booking seat secara otomatis oleh biro perjalanan swasta. Beberapa CRS di dunia, antara lain: Sistem Sabre, Sistem Galileo, Sistem Amedeus, Sistem Worldspan, Sistem Abacus. Maskapai penerbangan (termasuk Garuda) umumnya menggunakan lebih dari 1 CRS.
PT Abacus Indonesia adalah anak perusahaan PT. Garuda Indonesia dan merupakan distributor tunggal Sistem Abacus. PT. Garuda Indonesia melakukan proteksi terhadap PT. Abacus Indonesia “Sistem ARGA (Automated Reservation of Garuda Airways) hanya disertakan pada Sistem Abacus. ARGA adalah sistem reservasi untuk booking tiket penerbangan Garuda jalur domestik.
Akibatnya, Biro perjalanan swasta hanya bisa menggunakan Sistem Abacus untuk penjualan segmen domestik. Pada 10 Oktober 200 PT Vayatour (biro perjalanan swasta) menerima pemutusan perjanjian sepihak dari PT. Abacus Indonesia yang diikuti pemutusan hubungan ke sistem Abacus. Alasan pemutusannya adalah PT Vayatour tidak memenuhi target minimal penjualan.
PT. Garuda Indonesia menawarkan koneksi langsung ke sistem ARGA pada PT. Vayatour tanpa harus menggunakan sistem Abacus, dengan syarat PT. Vayatour menyiapkan perangkat pendukung lengkap. Kini PT. Abacus Indonesia keberatan karena dengan koneksi langsung, maka dual acces pada sistem ARGA yang dimiliki secara ekslusif melalui sistem Abacus kehilangan eksklusivitasnya.
Hingga akhirnya pada 28 Mei 2002 PT. Abacus Indonesia mengirimkan surat pada PT. Vayatour untuk tetap menggunakan sistem Abacus. Namun PT.  Vayatour menuduh PT. Abacus Indonesia dan PT. Garuda Indonesia telah menyalahgunakan posisi dominannya.